Rabu, 14 Desember 2011

Motivasi Belajar Anak

Kami mendapatkan banyak ilmu dan pengetahuan baru selama mengelola Omega Creative Learning Center ini. Salah satu yang paling penting adalah pengetahuan tentang karakter anak dan model belajar mereka. Hal ini penting karena sangat berpengaruh terhadap keberhasilan mereka di sekolah dalam mencapai prestasi terbaik dan peringkat di kelas.

Kami ingin memulainya dengan pengertian yang sederhana yang harus dipahami oleh orang tua dan tenaga pengajar Omega Creative Learning Center. Pengertian bahwa, ‘setiap anak itu spesial‘.
Ini bukan jargon semata, atau pemanis bibir, tapi teori bahwa ‘setiap anak itu spesial’ adalah benar adanya. Setiap anak dilahirkan membawa kecenderungan masing-masing yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Ia tidak sama dengan siapapun.

Setiap anak yang dilahirkan tidak sama pembawaannya dengan orang tuanya (ayah dan ibunya). Mungkin mirip-mirip iya, tapi seorang anak tidak akan persis sama sifatnya dengan kedua orang tuanya. Dia dilahirkan membawa sifat sendiri, membawa kecenderungan sendiri dan kelebihan serta kekurangan sendiri.
Bahkan anak yang dilahirkan kembar, identik sekalipun. Mereka tidak persis dalam segala hal. Mereka unik, setiap anak unik. Dan karena itu, mereka spesial.

Pengertian ini harus dipahami oleh orang tua dan pengajar les privat. Mereka harus paham dalam menangani seorang anak, butuh cara yang unik dan spesial. Tidak bisa disamakan dengan siapapun, dan tidak boleh diperlakukan sama dengan siapapun. Termasuk jika mereka ada masalah, solusinya juga pasti berbeda dengan solusi yang sudah berhasil diterapkan untuk orang lain.

Dalam memotivasi seorang anak (siswa), kita harus mengerti betul bagaimana sifat anak ini. Apa sesungguhnya masalah mereka. Apa kelebihan yang mereka punyai? Apa kekurangan yang mereka punyai? Lingkungan seperti apa yang ada disekitarnya? Kondisi psikologis seperti apa yang sedang mereka hadapi sekarang ini?Dll.

Dari pertanyaan-pertanyaan di atas secara detil, kita akan tahu cara terbaik memotivasi belajar mereka.
Coba simak beberapa kasus yang pernah kami alami :
  1. Ada seorang siswa dengan IQ hampir 130-an tapi tidak berprestasi di sekolahnya. Bahkan cenderung mendapatkan nilai minus. Tidak ada motivasi. Bahkan pernah suatu hari ia tidak menyelesaikan satupun soal UTS di sekolahnya. Apa yang terjadi? Apa masalah yang sedang ia tanggung?
  2. Ada seorang siswa yang sampai kelas 5 SD belum bisa membaca, belum bisa menulis, belum bisa berhitung? Apa yang salah?
  3. Ada seorang siswa yang tidak bisa diajak komunikasi dengan bicara. Tiap diajak bicara cuma ngangguk dan nggeleng. Tapi mengerjakan soal lumayan bisa. Begitu dapat soal cerita dia bingung. Apa masalahnya? Bagaimana solusinya?
Itulah alasan kami, setiap ada murid yang ‘bermasalah’, langkah pertama yang kami lakukan adalah ‘menyelediki’ seluruh data kondisi yang mungkin kami ketahui. Kondisi keluarga, kondisi sekolah, pengalaman masa lalunya, perilaku orang tua terhadap anak, kondisi teman, film yang sering ditonton, dst.

Dari situlah kami memutuskan beberapa sikap untuk memotivasi anak agar berprestasi di sekolahnya. Beberapa mungkin tidak sampai mendapat peringkat terbaik di kelas, tapi dengan berada di atas rata-rata dan prestasi meningkat. Bagi kami, itu prestasi.

0 komentar:

Posting Komentar

Mohon komentar, kritik dan sarannya..